ARTICLE AD BOX
loading...
Demonstran menuntut pembubaran DPR RI dalam tindakan protes pada Senin lalu. Ada 7 kasus pembubaran Parlemen paling dramatis nan pernah terjadi di dunia. Foto/SINDO News/Isra Triansyah
JAKARTA - Demo berujung ricuh pecah di area gedung DPR/MPR di Senayan, Jakarta, pada Senin lalu. Tuntutan massa antara lain menolak kenaikan tunjangan personil Parlemen hingga pembubaran badan legislatif tersebut.
Menurut laporan LBH Jakarta, ada sekitar 400 orang nan ditahan setelah demo tersebut. Seorang wartawan foto juga menjadi korban pemukulan oknum polisi saat meliput aksi.
Massa demonstran berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pengemudi ojek online, pedagang, penduduk perorangan, mahasiswa, organisasi, hingga pelajar nan tetap berseragam sekolah. Selain menuntut pembubaran DPR, mereka juga menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, penolakan komersialisasi pendidikan, hingga penghentian politik dinasti.
Baca Juga: Polisi Tangkap 351 Pendemo di DPR, Ratusan di Antaranya Anak-anak
Pembubaran DPR menjadi tuntutan nan ramai diperbincangkan publik Tanah Air hingga sekarang. Ada nan menganggapnya tuntutan seperti itu bakal membahayakan kerakyatan Indonesia.