ARTICLE AD BOX
- ONE PIECE dikenal sebagai manga nan tak hanya menghadirkan pertarungan epik, tetapi juga momen emosional nan menyentuh hati. Eiichiro Oda, sang kreator, selalu sukses membikin para penggemarnya, alias nan berkawan disebut Nakama, terbawa dalam setiap alur cerita.
Salah satu titik kembali paling mengejutkan adalah ketika Portgas D. Ace, kakak Luffy, gugur di Perang Marineford. Kejadian itu bukan hanya sekadar bagian dari cerita, melainkan sebuah tragedi nan membikin banyak fans merasa kehilangan figur kakak sendiri.
Namun, di kembali layar, keputusan Oda untuk menulis kematian Ace rupanya tidaklah mudah. Bahkan editornya sempat berupaya keras mencegahnya, tapi Oda tetap teguh dengan pilihannya. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Simak buletin tentang ONE PIECE lainnya di .
1. Latar Belakang Pentingnya Sosok Ace
Penjelasan Eiichiro Oda Kreator ONE PIECE Terkait Kematian Ace (credit: onepiece.fandom.com)
Portgas D. Ace sejak awal diperkenalkan sebagai karakter dengan karisma tinggi. Hubungannya dengan Luffy dan statusnya sebagai anak kandung Gol D. Roger membuatnya dicintai penggemar.
Selain itu, perannya sebagai komandan bagian bajak laut Whitebeard mempertegas posisinya sebagai figur berpengaruh. Namun, alurnya berubah drastis setelah dia ditangkap dan dijatuhi balasan eksekusi.
2. Reaksi Fans dan Editor nan Menolak Kematian Ace
Saat berita eksekusi Ace muncul, banyak fans menulis surat pada Oda agar dia diselamatkan. Ternyata, editornya, Akira Jean-Baptiste Hattori, juga menyuarakan perihal nan sama.
Hattori apalagi sempat mengatakan bahwa membunuh Ace bukanlah buahpikiran nan baik. Namun, Oda justru menegaskan bahwa dia tetap mau melanjutkan keputusan tersebut.
3. Alasan Teguhnya Oda Mematikan Ace
Penjelasan Eiichiro Oda Kreator ONE PIECE Terkait Kematian Ace (credit: onepiece.fandom.com)
Bagi Oda, kematian Ace adalah pelajaran besar bagi Luffy sebagai tokoh utama. Momen itu menegaskan bahwa mimpi menjadi Raja Bajak Laut penuh akibat dan pengorbanan.
Ace meninggal dengan langkah tragis setelah melindungi Luffy dari serangan magma Akainu. Dalam detik terakhirnya, Ace tersenyum lantaran akhirnya menyadari dirinya dicintai meski statusnya sebagai anak Roger membikin hidupnya penuh beban.
4. Dampak Kematian Ace pada Perjalanan Luffy
Kehilangan Ace membikin Luffy sadar bahwa dia kudu jauh lebih kuat. Peristiwa itu mengubah langkah pandangnya tentang bumi bajak laut dan lawan-lawannya.
Sejak saat itu, Luffy meneguhkan tekad untuk tumbuh menjadi sosok nan lebih kuat. Tujuannya jelas, agar dia bisa melindungi orang-orang nan dia sayangi.
5. Respon Oda Setelah Melihat Versi Anime
Penjelasan Eiichiro Oda Kreator ONE PIECE Terkait Kematian Ace (credit: onepiece.fandom.com)
Oda mengaku segmen kematian Ace terasa lebih menyakitkan di anime dibandingkan di manga. Hal ini lantaran kombinasi animasi, musik, dan bunyi pengisi menambah intensitas emosinya.
Ia apalagi sempat bertanya pada dirinya sendiri kenapa menulis segmen sekeras itu. Meski begitu, Oda tetap menerima bahwa keputusan tersebut krusial untuk perkembangan cerita.
6. Pertanyaan nan Sering Diajukan (People Also Ask)
Q: Mengapa Oda membunuh Ace?
A: Oda mau memberikan pelajaran besar bagi Luffy dan menunjukkan bahwa jalan menuju mimpi penuh pengorbanan.
Q: Apakah penyunting Oda menolak kematian Ace?
A: Ya, Akira Jean-Baptiste Hattori terang-terangan menilai kematian Ace bukan buahpikiran baik, tapi Oda tetap teguh.
Q: Apa akibat kematian Ace bagi Luffy?
A: Kematian Ace menjadi titik kembali nan membikin Luffy sadar dia kudu menjadi lebih kuat untuk melindungi orang terdekatnya.
Q: Apakah Oda menyesal membunuh Ace?
A: Oda sempat merasa sadis ketika memandang jenis anime, namun dia tetap menganggap keputusan itu krusial bagi cerita.
Mau baca pembaruan terbaru anime lainnya? Yuk baca di KapanLagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?