ARTICLE AD BOX
Jakarta -
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara meminta seluruh jajarannya memaksimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) demi kesejahteraan transmigran. Arahan ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Kementerian Transmigrasi dengan Pemda Nusa Tenggara Barat dan dinas mengenai nan mengurusi transmigrasi, kemarin.
"Anggaran kudu diserap dan dipertanggungjawabkan sebaik-baiknya. Arahan Bapak Presiden jelas, lakukan efisiensi, arahkan ke program nan betul-betul menyentuh rakyat, dan cegah kebocoran," tegas Iftitah dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).
Iftitah menjelaskan sebelumnya, Presiden Prabowo telah menyetujui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp2,55 triliun untuk Kementerian Transmigrasi.
Namun lantaran kementerian ini tetap baru dan regulasinya kudu dibenahi, sebagian anggaran tidak dapat dieksekusi tepat waktu sehingga langsung dikembalikan lagi ke negara. Apalagi anggaran tersebut baru dicairkan pada 1 Juli lalu.
"Kita mengembalikan Rp 777 miliar ke negara agar anggaran tersebut betul-betul bisa diselamatkan dan penyerapannya lebih maksimal," ungkap Iftitah.
Iftitah juga mendorong koordinasi antara Kementerian Transmigrasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi ini krusial lantaran jumlah SDM di kementerian tetap terbatas, sementara kebutuhan lapangan besar.
Dalam kesempatan nan sama, Iftitah mengatakan baru saja mengirimkan 2.000 peneliti dalam program Tim Ekspedisi Patriot (TEP). Mereka terdiri dari mahasiswa S1, S2 dan S3 serta para pengajar hingga pembimbing besar nan dikirim ke 154 area transmigrasi.
Program ini menjadi bagian dari strategi baru pembangunan area transmigrasi nan difokuskan pada pengembangan wilayah transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
"Transmigrasi hari ini bukan sekadar memindahkan orang, tetapi membangun area sebagai pusat ekonomi nan memberi faedah bagi masyarakat," pungkasnya.
(anl/ega)