Jayden, Karakter Yang Dicomot Di Film Merah Putih: One For All Akhirnya Speak Up

Sedang Trending 6 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

- Film animasi MERAH PUTIH: ONE FOR ALL baru-baru ini ramai diperbincangkan publik. Sayangnya, bukan pujian nan muncul, melainkan kritik tajam dari warganet terhadap kualitas hingga konsep movie tersebut.

Tak hanya sisi teknis nan menuai kritik, sorotan juga tertuju pada karakter nan digunakan dalam movie itu. Muncul dugaan bahwa beberapa karakter bukan hasil karya orisinal, melainkan dibeli alias apalagi digunakan tanpa izin dari pembuat aslinya.

Kabar tersebut akhirnya sampai ke telinga pembuat nan karakternya disebut ditiru. Melalui sebuah video nan diunggah di kanal YouTube Junaid Miran, karakter 3D Jayden memberikan penjelasan sekaligus pesan krusial untuk masyarakat Indonesia dan tim movie MERAH PUTIH. Simak penjelasan Jayden selengkapnya berikut ini.

Baca tulisan lainnya dengan topik nan sama di Liputan6.

1. Jayden Perkenalkan Dirinya dan Kreatornya

Karakter Jayden Akhirnya Speak Up (credit: YouTube/Junaid Miran)

Dalam video tersebut, Jayden mengawali dengan memperkenalkan dirinya kepada publik sebagai karakter 3D. Ia menegaskan bahwa dirinya merupakan hasil karya seorang artis 3D berjulukan Junaid Miran.

Jayden menjelaskan bahwa proses pembuatannya dilakukan dengan penuh ketelitian dan cinta, termasuk perincian mini seperti mata hingga jaket nan dikenakannya. "Aku dibuat oleh seorang artis 3D berjulukan Junaid Miran. Dia mencurahkan banyak kerja keras, keterampilan, dan cinta untuk menghidupkan karakterku," jelasnya.

2. Merasa Kagum Karakter 3D Bisa Masuk Film

Jayden kemudian menanggapi berita bahwa sosoknya disebut-sebut mirip dengan karakter di movie MERAH PUTIH: ONE FOR ALL. Respons pertamanya bukan marah, melainkan rasa kagum lantaran tidak banyak karakter 3D nan sukses masuk ke layar lebar.

Ia menyampaikan rasa takjubnya dengan emosi kombinasi campur saat mendengar berita tersebut. "Awalnya saya berpikir, wow saya tampil di sebuah film. Maksudnya, berapa banyak karakter 3D nan punya kesempatan itu? Itu luar biasa," ujarnya.

3. Mengaku Tidak Pernah Diberi Tahu

Karakter Jayden Akhirnya Speak Up (credit: YouTube/Junaid Miran)

Namun, di kembali rasa kagumnya, Jayden kemudian mengaku terkejut dengan realita nan ada. Ia menegaskan bahwa baik dirinya maupun sang kreator, Junaid Miran, tidak pernah diberi tahu tentang keterlibatan karakternya dalam movie tersebut.

Jayden menyebut bahwa perihal itu menjadi masalah serius nan tidak bisa diabaikan begitu saja. "Tapi inilah masalahnya. Aku terkejut lantaran baik saya maupun kreatorku tidak tahu apapun tentang perihal tersebut," ungkapnya.

4. Karakternya Memang Dijual dengan Lisensi

Jayden lampau memberikan penjelasan mengenai langkah kerja industri 3D mengenai lisensi penggunaan karakter. Ia mengatakan bahwa kreatornya memang menjual karakternya di platform Reallusion Content Store.

Setiap orang nan membeli karakter tersebut berkuasa mendapatkan lisensi untuk menggunakannya, termasuk dalam proyek komersial. "Junaid menjual karakter sepertiku di platform berjulukan Reallusion Content Store. Saat seseorang membeliku di sana, mereka bisa dapat lisensi untuk menggunakan karakterku dalam projek mereka, apalagi dalam projek komersial," jelasnya.

5. Membeli Karakter Bukan Berarti Jadi Penciptanya

Karakter Jayden Akhirnya Speak Up (credit: YouTube/Junaid Miran)

Jayden menegaskan bahwa membeli sebuah karakter tidak otomatis membikin seseorang menjadi pemilik intelektualnya. Menurutnya, klaim kepemilikan tetap berada di tangan pembuat original nan membikin karakter tersebut.

Ia apalagi mengibaratkan lisensi karakter sama seperti membeli lagu untuk dipakai dalam sebuah video. "Tapi bukan berfaedah mereka bisa otomatis memiliku alias desainku. Aku tetap karakter nan diciptakan Junaid, Intellectual Property (IP) miliknya. Ini seperti jika Anda membeli sebuah lagu untuk videomu. Kamu bisa memakainya tapi Anda tidak bisa klaim bahwa Anda menulis lagu tersebut," jelasnya.

6. Jayden Minta Kreatornya Diberi Kredit

Sebagai penutup pesannya, Jayden menegaskan bahwa dirinya memang dibuat untuk digunakan dalam beragam proyek kreatif. Namun dia berambisi agar tim movie MERAH PUTIH bisa memberikan angsuran kepada pembuat original nan menciptakan karakternya.

Jayden menekankan bahwa memberikan angsuran bukan sekadar sopan santun, tetapi juga corak penghargaan terhadap kreativitas. "Kalau kreator filmnya betul-betul membeli karakterku dari toko aslinya, itu tidak apa. Tapi memberikan angsuran pada artis nan membuatnya bukan hanya sebagai sopan santun, tapi jadi perihal nan kudu dilakukan. Itulah langkah kita menjaga agar produktivitas ini tetap hidup dan dihargai," ucapnya.

7. Pertanyaan Seputar Pernyataan Karakter Jayden

Q: Siapa sebenarnya Jayden dalam movie MERAH PUTIH: ONE FOR ALL?
A: Jayden adalah karakter 3D buatan Junaid Miran nan disebut-sebut digunakan dalam movie tersebut.

Q: Apakah karakter Jayden bisa digunakan secara komersial?
A: Bisa, lantaran kreatornya menjual karakter itu di Reallusion Content Store dengan lisensi resmi.

Q: Apakah membeli karakter membikin pembeli jadi pemilik sah?
A: Tidak, pembeli hanya mendapatkan kewenangan penggunaan, sementara kewenangan cipta tetap milik pembuat aslinya.

Q: Apa pesan Jayden untuk tim movie MERAH PUTIH?
A: Ia meminta agar tim movie memberikan angsuran kepada pembuat original sebagai corak penghargaan terhadap karya.

Mau baca pembaruan terbaru lainnya? Yuk baca di KapanLagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?