ARTICLE AD BOX
loading...
Warga Gaza kelaparan akibat blokade Israel. Foto/anadolu
NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam "daftar kengerian tak berujung" nan terjadi di Gaza setelah nyaris dua tahun konflik. Adapun pertahanan sipil Gaza melaporkan puluhan korban baru akibat serangan Israel.
Seiring militer Israel bersiap menguasai Kota Gaza, negara itu menghadapi tekanan domestik dan internasional nan semakin meningkat untuk menghentikan serangannya di wilayah Palestina, tempat PBB secara resmi menyatakan musibah kelaparan.
Sekitar dua juta penduduk Palestina—mayoritas penduduk—telah mengungsi setidaknya sekali selama konflik, dan organisasi-organisasi kemanusiaan memperingatkan agar tidak memperluas operasi militer.
"Gaza dipenuhi puing-puing, dipenuhi mayat, dan dipenuhi contoh-contoh pelanggaran serius norma internasional," ungkap Guterres kepada wartawan pada hari Kamis (28/8/2025), menekankan perlunya akuntabilitas.
Pada hari Kamis, gumpalan asap tebal mengepul di atas Kota Gaza menyusul pemboman Israel di pinggiran kota, seperti nan terekam dalam rekaman video.
Aya Daher, pengungsi dari distrik Zeitoun di Kota Gaza, mengatakan kepada instansi buletin AFP bahwa dia tidak mempunyai tempat berlindung dan "hanya menunggu belas iba Tuhan" di luar rumah sakit setempat.
"Terjadi ledakan sepanjang malam. Saya terluka, suami saya terluka oleh pecahan peluru, dan putra saya juga terluka di kepala. Syukurlah kami selamat, tetapi ada juga nan menjadi martir," ujarnya.