ARTICLE AD BOX
loading...
Rusia serang Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dan wilayah lain secara besar-besaran. Sebanyak 21 orang tewas. Foto/X @ZelenskyyUa
KYIV - Pasukan Rusia melancarkan serangan drone dan rudal besar-besaran ke Ibu Kota Ukraina, Kyiv, pada Kamis awal hari. Serangan ini menewaskan 21 orang, termasuk tiga anak-anak, dan melukai 38 orang lainnya.
Menurut pejabat Ukraina, beberapa gedung tempat tinggal dan gedung lainnya di tujuh distrik di Kyiv rusak.
Menurut laporan The Guardian, Jumat (29/8/2025), serangan itu juga merusak Kantor Dewan Inggris dan Uni Eropa di Kyiv. Akibatnya, Inggris dan Uni Eropa memanggil utusan Rusia untuk menyampaikan protes keras.
Baca Juga: Serangan Drone Laut Rusia Tenggelamkan Kapal Perang Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky marah atas serangan terbaru Rusia. Dia mengatakan serangan tersebut menunjukkan kepada bumi jawaban Moskow melalui diplomasi di tengah upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang.
“Rusia memilih balistik, bukan meja perundingan,” kata Zelensky di X, menyerukan hukuman baru terhadap Rusia.
“Rusia memilih untuk terus membunuh, bukan mengakhiri perang," imbuh dia.