Pertama Dalam 1 Dekade, Angka Pengangguran Di Jerman Tembus 3 Juta Orang

Sedang Trending 9 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

Berlin -

Menurut Badan Federal Urusan Ketenagakerjaan (BA) nomor pengangguran di Jerman telah meningkat melewati periode pemisah tiga juta untuk pertama kalinya setelah lebih dari sepuluh tahun.

Kenaikan ini kian mendesak pemerintah koalisi untuk membuktikan bahwa rencana investasi besar mereka untuk memulihkan ekonomi Jerman dapat membuahkan hasil nan cepat.

"Ini bakal menjadi konsentrasi pemerintah federal," kata Kanselir Friedrich Merz di sela-sela pembicaraan menteri Prancis-Jerman di Toulon, Prancis selatan, pada hari Jumat. Ia menambahkan bahwa peningkatan pengangguran tersebut "bukanlah sesuatu nan mengejutkan."

Bagaimana rincian angkanya?

Data menunjukkan jumlah pengangguran meningkat pada bulan Agustus sebanyak 46.000 menjadi 3.025.000 jiwa. Tingkat pengangguran naik 0,1 poin menjadi 6,4%.

Jika info tersebut disesuaikan dengan periode musiman, maka pengangguran di bulan Agustus tercatat menurun sebesar 9.000 jika dibandingkan dengan nomor di bulan Juli, lebih baik dari perkiraan. Sebelumnya diperkirakan nomor pengangguran di bulan Agustus bakal meningkat hingga 10.000 jiwa.

Namun, jika dibandingkan dengan Agustus 2024, jumlah pengangguran di bulan Agustus 2025 tetap meningkat sebesar 153.000.

Permintaan tenaga kerja juga menurun. Terdapat 631.000 lowongan pekerjaan pada bulan Agustus — 68.000 lebih sedikit dibandingkan tahun 2024.

Apa makna dari angka-angka ini?

Kepala BA, Andrea Nahles, menjelaskan bahwa peningkatan ini disebabkan oleh "kelesuan di musim panas", lantaran banyak perusahaan menunda perekrutan hingga musim liburan berakhir. Ia menekankan bahwa meskipun pasar tenaga kerja tetap terbebani dari pertumbuhan ekonomi nan lemah selama bertahun-tahun, ada sinyal stabilisasi meski belum kuat.

Pekerjaan paruh waktu meskipun tetap tinggi, menurun perlahan sejak awal tahun. Nahles memperkirakan "peningkatan di periode musim gugur di bulan September" bakal membantu meredakan situasi, namun tetap memperingatkan nomor tiga juta mungkin kembali terlampaui di musim dingin (Desember).

"Pasar tenaga kerja dipengaruhi kemerosotan ekonomi nan terjadi dalam beberapa tahun terakhir," kata Nahles pada hari Jumat(29/8) merespons nomor pengangguran nan menembus tiga juta untuk pertama kalinya sejak Februari 2015.

Jerman telah lama 'bergulat' dengan kelemahan ekonomi nan berkepanjangan dan tarif impor dari Presiden AS Donald Trump menambah akibat negara tersebut memasuki tahun ketiga dengan stagnansi pertumbuhan ekonomi — sesuatu nan belum pernah terjadi dalam sejarah pascaperang.

"Ketidakpastian ekonomi dunia dan perang agresi Rusia terhadap Ukraina tetap berakibat pada lemahnya ekonomi," kata Menteri Ketenagakerjaan Bärbel Bas. "Tantangan ekonomi nan terus berulang, meninggalkan jejaknya di pasar tenaga kerja dan memerlukan tindakan segera."

Apa kata para pengusaha?

Ketua Asosiasi Pengusaha Jerman, Rainer Dulger, mengatakan bahwa resesi nan nyaris tiga tahun terjadi mulai menunjukkan dampaknya terhadap pasar tenaga kerja.

Ia menyebut nomor tiga juta pengangguran sebagai "sebuah aib" dan menyalahkan kelambanan politik, sembari menyerukan "reformasi musim gugur nan sesungguhnya."

Ekonomi secara keseluruhan tetap stagnan.

Setelah dua tahun berturut-turut mengalami resesi, PDB kembali menyusut sebesar 0,3% pada musim semi tahun ini. Sektor industri, khususnya, tengah kesulitan menghadapi biaya daya nan tinggi, sementara ekspor tertekan akibat kebijakan tarif AS.

Para produsen mesin memperingatkan bahwa upaya mereka di AS berada dalam risiko. Banyak perusahaan merespons situasi ini dengan melakukan PHK.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Editor : Yuniman Farid

(nvc/nvc)