Penasihat Trump Tuding Orang India Terlalu Arogan

Sedang Trending 18 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

loading...

Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro. Foto/anadolu

WASHINGTON - Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, menuduh India arogan lantaran menentang tuntutan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan pembelian minyak Rusia. Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif barang-barang India menjadi 50% pada hari Rabu (27/8/2025) dalam upaya mencegah New Delhi mengimpor lebih lanjut dari Rusia.

Bea masuk tersebut mencakup lebih dari separuh ekspor India ke AS, pasar terbesarnya. Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi telah menyerukan peningkatan kemandirian dan menyatakan India bersedia menanggung tarif tersebut.

"Yang meresahkan saya adalah orang India begitu arogan tentang perihal ini. Mereka berkata: 'oh, ini kedaulatan kami, kami dapat membeli minyak dari siapa pun kapan pun kami mau'," ujar Navarro dalam wawancara dengan TV pada hari Rabu.

"Saya bingung, oke? Modi pemimpin nan hebat... ini kerakyatan nan matang dengan orang-orang pandai nan menjalankannya, dan mereka menatap kita dengan berani... mereka bilang: 'kita tidak bakal berakhir membeli minyak Rusia,'" papar dia.

Sangat mudah, India bisa mendapatkan potongan nilai 25% besok jika berakhir membeli minyak Rusia.