ARTICLE AD BOX
- Vidio dengan bangga mempersembahkan original series terbaru berjudul Mama-Mama Pengejar Cinta (MMPC), sebuah drama komedi nan menggabungkan kehangatan, tawa, dan bentrok emosional nan dekat dengan kehidupan nyata para wanita dewasa. Dibintangi oleh Wulan Guritno, Masayu Anastasia, Asri Welas, Ari Wibowo, dan tetap banyak lainnya, series ini membujuk penonton menyelami lika-liku percintaan, persahabatan, dan perjuangan menemukan kebahagiaan di usia nan sering dianggap "terlambat" untuk memulai kembali.
Monty Tiwa datang sebagai pembuat di kembali Vidio Original Series Mama-Mama Pengejar Cinta. Series ini disutradarai oleh Lasja Fauzia dan diproduksi oleh Amadeus Sinemagna. Series dengan total 8 bagian ini sudah tayang mulai tayang pada Jumat, 15 Agustus 2025 secara eksklusif di Vidio.
Apa nan sebenarnya dikejar sama Mama-Mama?
Bukan sekadar urusan asmara belaka, tapi juga cinta terhadap diri sendiri, keluarga, dan hidup nan mau mereka jalani. Mama-Mama Pengejar Cinta mengikuti kisah tiga sahabat: Adia (Wulan Guritno), Ibel (Masayu Anastasia), dan Tara (Asri Welas) nan berada di titik kembali kehidupan mereka.
Cinta menurut Adia: Kasih nan direnggut
Adia mengira hidupnya sudah mapan berbareng Haris (Ari Wibowo), sang suami, hingga tiba-tiba rumah tangga mereka berhujung di meja perceraian. Satu tahun kemudian, ketika Adia mulai mencoba membangun kembali hidupnya, berita mengejutkan datang: Harris bakal menikah lagi dengan wanita nan jauh lebih muda. Di tengah kebingungan dan rasa tidak terima, Adia berjuang untuk tetap tegar sembari mencari makna kebahagiaan nan sesungguhnya.
Cinta menurut Ibel: Unfinished business
Sementara itu, Ibel adalah jenis wanita nan selalu memendam emosi demi orang lain. Ia pandai memberi solusi untuk sahabat-sahabatnya, namun memilih tak bersuara ketika hatinya sendiri tetap terluka akibat cinta lama nan belum padam. Setelah bertahun-tahun menikah tanpa kehadiran anak, hubungan Ibel dan suaminya mulai terasa renggang. Keadaannya semakin rumit ketika cinta lamanya tiba-tiba kembali hadir, mengguncang keseimbangan kehidupan rumah tangga nan susah payah dia jaga.
Cinta menurut Tara: Fun tanpa ada komitmen
Tara adalah sosok penuh warna nan selalu membawa tawa. Namun di kembali wajah cerianya, dia menyimpan trauma mendalam tentang percintaan. Luka masa lampau membuatnya memilih menjalani hidup dengan santuy tanpa komitmen, lebih nyaman menikmati kebebasan daripada mempertaruhkan hati. Meski begitu, kebersamaannya dengan para sahabat terkadang membuatnya bertanya-tanya: apakah dia betul-betul senang alias hanya pandai berlindung di kembali keceriaan?
Dibalut dengan lawakyang segar dan momen-momen menyentuh, Vidio Original Series Mama-Mama Pengejar Cinta menghadirkan potret kehidupan wanita dewasa nan kompleks namun penuh harapan. Series ini membujuk penonton untuk percaya bahwa "life begins at 40" bukan sekadar ungkapan, melainkan kesempatan nyata untuk meraih mimpi, memperjuangkan kebahagiaan, dan mengejar cinta.
1. Sebelum menonton, yuk simak 4 kebenaran menarik mengenai Vidio Original Series Mama-Mama Pengejar Cinta!
source: Vidio.com
1. Kisah nan Dekat dengan Realita Perempuan Dewasa
Mama-Mama Pengejar Cinta menyorot persoalan nan kerap dialami wanita di usia matang, mulai dari perceraian, mencari jati diri setelah hubungan berakhir, hingga menata ulang hidup sembari menghadapi tuntutan sosial dan keluarga. Konflik nan dihadirkan tidak hanya soal cinta, tapi juga persahabatan, kepercayaan diri, dan keberanian mengambil langkah baru. Banyak penonton, terutama wanita dewasa, bakal merasa "kok ini gue banget" saat menyaksikan perjalanan tokohnya, lantaran ceritanya begitu lekat dengan keseharian.
Wulan Guritno, nan memerankan karakter Adia, juga merasakan kedekatan itu, "Aku berkedudukan sebagai Adia, seorang wanita nan berdikari dan sangat protektif terhadap anak perempuannya. Dalam mendalami karakter ini, saya mencoba menghubungkan rasa nan pernah saya alami secara pribadi dengan rasa nan dimiliki Adia. Walaupun tidak sama, ada banyak kejadian nan serupa tapi tak sama, dan dari situ saya bangun emosinya," ungkap Wulan.
2. Persahabatan nan Solid di Dalam dan Luar Layar
Nggak hanya berkawan di depan kamera, para pemain Mama-Mama Pengejar Cinta rupanya juga dekat banget di kehidupan nyata. Awalnya mereka hanya sebatas saling kenal, tapi seiring proses syuting justru makin kompak sampai sering hangout bareng di luar set. Kedekatan inilah nan bikin chemistry persahabatan di layar terasa natural dan bikin penonton ikut percaya hubungan mereka.
Asri Welas pun membagikan keseruan persahabatan mereka, "Kita deket banget sampe tukeran hobi. Misalnya Wulan suka banget padel, saya sama Masayu jadi ikutan padel, begitu juga sebaliknya. Sekarang pokoknya apa-apa bareng, apalagi anak-anak kita juga temenan. Kemarin juga sempat liburan bareng," cerita Asri.
3. Antara Serius dan Kocak, Begini Tantangan Para Mama Ketika Shooting!
Salah satu kekuatan Mama-Mama Pengejar Cinta adalah keseimbangan antara drama emosional dan komedi nan ringan. Adegan-adegan haru dibuat menyentuh, tapi di saat nan sama penonton juga bisa tertawa lewat celetukan maupun chemistry para pemain.
Wulan Guritno mengaku justru tantangan terbesarnya datang dari musuh mainnya sendiri, "Tantangan terbesarnya justru datang dari musuh mainku, terutama saat kudu beradu peran dengan Mbak Asri Welas di adegan-adegan emosional. Padahal dia nggak ngapa-ngapain, tapi ekspresinya dan celetukannya suka bikin saya kandas fokus! Kebayang kan se-lucu apa series ini?" ungkap Wulan.
Sementara itu, Masayu Anastasia nan berkedudukan sebagai Ibel merasakan tantangan berbeda, "Buat aku, tantangan terbesarnya adalah lantaran karakter Ibel ini pendiam dan suka memendam, jadi nggak bisa terlalu lepas saat mengekspresikan emosinya. Itu lumayan berat, lantaran semuanya serba ditahan. Nggak bisa terlalu meledak-ledak seperti karakter lainnya," jelas Masayu.
4. Setiap karakter mempunyai sisi menarik!
Selain menghadirkan bentrok besar nan seru untuk diikuti, Mama-Mama Pengejar Cinta juga menampilkan perjalanan individual dari masing-masing karakternya. Setiap tokoh punya dinamika hidup nan berbeda, mulai dari persimpangan besar hingga urusan hati nan belum selesai.
Masayu Anastasia, misalnya, mengaku menemukan perihal unik saat memerankan sosok Ibel. "Karakter Ibel ini tipikal wanita nan suka menyembunyikan perasaannya sendiri dengan langkah membantu sahabat-sahabatnya. Dia lebih banyak memendam apa nan dia rasakan, padahal sebenarnya dia tetap mencintai mantan pacarnya nan bisa dibilang adalah true love dalam hidupnya. Jadi tetap ada unfinished business nan belum diselesaikan," jelas Masayu.
Wulan Guritno memandang transformasi karakter Adia sebagai proses nan penuh makna. "Manusia jika menghadapi musibah biasanya awalnya nggak terima. Tapi dari kisah Adia, kita bisa belajar bahwa ketika kita mulai menerima dan tulus dengan apa nan terjadi, justru itu bisa membawa kita menemukan jati diri nan sebenarnya," ungkap Wulan.
Asri Welas pun mengaku banyak mendapat pengalaman baru lewat karakter Tara nan dia perankan. "Tara itu orangnya fun, easy going, dan cukup berani dalam berpenampilan. Aku pribadi sebelumnya nggak seperti itu, jadi banyak belajar dari karakter ini. Karakter ini juga lumayan 'liar,' apalagi dalam percintaan," ungkap Asri.
Bagaimana akhir dari kisah Mama-Mama ini?
Vidio Original Series Mama-Mama Pengejar Cinta sudah tayang sejak Jumat, 15 Agustus 2025 dan bagian terbarunya datang setiap hari Jumat, eksklusif hanya di Vidio!