Kapolrestabes Medan Respons Cepat Aduan Masyarakat Lewat Program Sadar

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan merespons sigap kejuaraan masyarakat. Lewat program SADAR, dia dan jajarannya berkomitmen melayani masyarakat secara maksimal.

Kombes Gidion menjelaskan, SADAR adalah akronim dari Sapa, Dengar, Respons. Adapun Sapa adalah kebiasaan menyapa penduduk dalam kondisi apapun. Sedangkan Dengar merupakan kata kerja mendengar keluhan masyarakat mengenai masalah sosial. Kemudian Respons merupakan reaksi atas setiap keluhan penduduk agar persoalan sosial alias gangguan Kamtibmas bisa ditangani (berbasis kejuaraan dari media sosial).

Dia membujuk jajarannya untuk selalu menyapa masyarakat agar, selain itu juga mendengar apa-apa nan menjadi keluhan, masukan alias kritik masyarakat.

"Setelah ada saling menyapa, maka kemudian mendengar. Tidak sampai di situ saja, kita juga merespons. Salah satu langkah nan kami lakukan adalah dengan aktivitas respons medsos," kata Kombes Gidion kepada wartawan, Jumat (25/4/2025).

Kombes Gidion mengatakan, jejeran Polrestabes Medan bakal merespons sigap pengaduan alias keluhan masyarakat, baik di polsek jejeran maupun di Polrestabes Medan. Namun sekarang dengan adanya perkembangan teknologi, masyarakat kerap menyampaikan keluhan melalui media sosial. Karena itu, dia pun menggalakkan aktivitas Respons Medsos.

Dalam aktivitas Respons Medsos ini, jejeran Polrestabes Medan memantau beragam pengaduan masyarakat di medsos untuk ditindaklanjuti secara cepat. Layanan pengaduan juga dibuka lewat chat WA 0812 1444 5188, akun IG @kapolrestabes.medan hingga lewat Call Center 110.

"Ini saya tekankan terus ke jejeran agar melayani masyarakat dengan baik, dengan tulus sepenuh hati, sesuai pengarahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo," ujarnya.

Ada banyak aktivitas Respons Medsos nan digelar Polrestabes Medan. Di antaranya adanya buletin viral tindakan kekerasan nan dialami penjaga konter HP berjulukan Muhammad Khadafi Chaniago.

Tindakan kekerasan terjadi di jalan Tuba II No. 30 (FG Ponsel) Kel. TSM III, Kec. Medan denai, Sabtu (13/4/2025) subuh lalu. Korban mengalami luka memar pada tangan sebelah kiri akibat pukulan kayu dan bangku plastik.

Kurang dari 24 jam usai kasus ini dilaporkan ke Polsek Medan Area, jejeran Polrestabes Medan sukses menangkap pelakunya ialah AP. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di bawah kolong di wilayah Medan Denai.

Selain itu ada pula kasus viral maling toko elektronik di Jalan Pasundan, Kelurahan Sei Putih Timur I, Kecamatan Medan Petisah. Tidak lama setelah kasus ini terjadi, pelaku berjulukan Abrori Siregar (45) langsung diringkus unit Reskrim Polsek Medan Baru.

Kasus viral pencurian pagar Taman Ahmad Yani juga direspons sigap unit Reskrim Polsek Medan Kota. Pelaku berinisial RH (40) ditangkap dan rupanya merupakan residivis kasus narkoba pada 2019 dan kasus pencurian rumah kosong pada 2013 silam.

"Saya berbareng jejeran berkomitmen tidak bakal memberi ruang mobilitas sekecil apapun terhadap para pelaku kejahatan di wilayah Kota Medan demi menjaga harkamtibmas senantiasa kondusif," ujar Kombes Gidion.

Lebih lanjut, Kombes Gidion menjelaskan ada tiga pendekatan nan dilakukan jajarannya dalam menjaga kondusivitas kamtibmas. Yakni nan pertama pendekatan pre-emtif. Tindakan pre-emtif ini dilakukan oleh kegunaan pembinaan masyarakat (Binmas). Pendekatan ini dilakukan lewat beberapa program seperti Sambang Satkamling, perbincangan penduduk dan aktivitas peduli kemanusiaan seperti saat kebakaran di Percut Sei Tuan.

Kemudian nan kedua ialah pendekatan Preventif nan dilaksanakan oleh kegunaan Sabhara dan Intelijen Polri. Pendekatan ini dilakukan lewat program Jumat Curhat dan Rembug Warga.

Sedangkan nan terakhir ialah pendekatan represif nan langsung diemban oleh kegunaan reserse pidana (Reskrim). Pendekatan ini diwujudkan lewat adanya Team Unit Reaksi Cepat nan dibentuk untuk menekan nomor tawuran hingga kenakalan remaja. Selain itu, ada juga Satgas Anti Begal nan dibentuk untuk menindak tegas tindakan kriminal.

Kombes Gidion juga meminta jajarannya dekat dengan masyarakat dan senantiasa melibatkan masyarakat dalam menjaga kondusivitas di wilayah Kota Medan.

"Jika Polri dan penduduk bergerak bersama, maka keamanan lingkungan tercipta bakal lebih kuat," ujarnya.

(rdp/rdp)

Loading...

Hoegeng Awards 2025

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini