ARTICLE AD BOX
Serang -
Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi Puskesmas Tanara, Kabupaten Serang, Banten. Ia meninjau penyelenggaraan program cek kesehatan cuma-cuma di puskesmas tersebut.
Gibran tiba di lokasi, Kamis (6/3/2025) pukul 10.30 WIB dan disambut Gubernur Banten Andra Soni, Kapolda Banten Irjen Suyudi Ario Seto, serta Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman.
Setibanya di lokasi, Gibran langsung menemui penduduk nan sedang berada di lobi puskesmas untuk mendaftar. Beberapa penduduk tampak antusias bersalaman dengannya. Mereka berteriak ceria lantaran bisa berjumpa wakil presiden.
Sebelum kehadiran Gibran, paket 'Bantuan Wakil Presiden' telah dikirim ke puskesmas.
Usai dari puskesmas, rombongan Gibran melanjutkan kunjungan ke letak pembangunan Universitas Syekh Nawawi Al-Bantani. Pembangunan universitas tersebut ditargetkan selesai pada 7 April 2025.
Foto: Wapres Gibran mengunjungi letak pembangunan Universitas Syekh Nawawi Al-Bantani. (Arief Ikhsanudin/).
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dimulai sejak Senin (10/2) secara serentak di seluruh puskesmas di Indonesia, selain bagi anak usia sekolah rentang 7 hingga 17 tahun. Pemerintah menyesuaikan pemberian cek kesehatan cuma-cuma bagi golongan tersebut dengan periode aliran baru pada Juli 2025.
Program ini menargetkan 280 juta penerima dengan total anggaran mencapai Rp 4,7 triliun nan telah disiapkan pemerintah. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin setelah berjumpa dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/2/2025). Cek Kesehatan Gratis diberikan kepada masyarakat saat berulang tahun.
Bagi nan berulang tahun, cek kesehatan dapat dilakukan mulai dari tanggal ulang tahun hingga sebulan berikutnya. Sementara itu, unik bagi mereka nan berulang tahun pada Januari, Februari, dan Maret, diperbolehkan melakukan cek kesehatan cuma-cuma hingga April 2025. Hal ini dikarenakan program baru melangkah sejak pertengahan Februari.
"Ini adalah program terbesar lantaran mencakup 280 juta masyarakat, mulai dari bayi nan baru lahir hingga lansia. Mungkin tidak bisa langsung menjangkau semuanya, tetapi jika tahun pertama bisa mencapai 50 juta alias 60 juta orang, saya sudah senang," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi.
(aik/gbr)
Hoegeng Awards 2025
Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu