ARTICLE AD BOX
Jakarta -
Kepala desa (kades) di Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat, berkilah soal minta THR melalui surat ke perusahaan sebesar Rp 165 juta. Kades Klapanunggal Ade Endang Saripudin mengaku surat THR tersebut sifatnya imbauan.
Kepada para pengusaha, Ade meminta agar mengabaikan surat THR nan kadung beredar dan viral tersebut. Ade mengaku bakal menarik surat-surat tersebut dari pengusaha.
"Maksud dari surat tersebut hanya berkarakter imbauan, minta kepada para pengusaha untuk menghiraukan nan sudah terlanjur beredar, dan saya bakal menarik surat imbauan tersebut," kata Ade dalam video nan diterima, Minggu (30/3/2025).
Kades Ade mengaku salah atas perbuatannya meminta THR kepada perusahaan. Ade juga meminta maaf kepada para pihak nan tidak berkenan atas beredarnya surat tersebut.
"Saya mengaku salah dan memohon maaf kepada para pihak nan kurang berkenan," ucapnya.
Surat bercap tangan kades Klapanunggal, Bogor, meminta THR ke perusahaan diketahui viral di media sosial. Permintaan biaya sebesar Rp 165 juta sekarang diusut Pemkab Bogor.
Dalam surat nan dilihat, biaya tersebut ditujukan untuk aktivitas halalbihalal nan digelar pada Jumat, 21 Maret 2025, kemarin. Terlihat ada susunan panitia acara, salah satunya kades Klapanunggal itu sendiri.
Dalam surat tersebut juga tertulis rincian biaya nan dibutuhkan dalam acara. Di antaranya ada untuk bingkisan, duit saku, kain sarung, konsumsi, penceramah, pembaca Al-Quran, sewa pengeras suara, dan biaya tak terduga.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika dalam video nan diterima, menyampaikan bahwa pihaknya telah turun tangan. Ajat meminta Inspektorat Kabupaten Bogor menelusurinya.
"Saya perintahkan kepada Inspektorat Daerah Kabupaten Bogor untuk menangani masalah ini sehingga diperoleh satu info nan lebih tegas dan langkah-langkah nan bisa meningkatkan kewibawaan Kabupaten Bogor ke depan," katanya.
(rdh/rfs)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini