Bingkai Sepekan: Rakyat Marah, Gelombang Demo Merajalela
ARTICLE AD BOX
Foto
Rafida Fauzia - detikNews
Minggu, 31 Agu 2025 07:00 WIB
Jakarta - Gelombang demo terjadi di beragam wilayah dalam beberapa hari terakhir. Massa marah kebijakan DPR tidak pro rakyat hingga ojol tewas dilindas rantis brimob.
Ribuan massa kembali menggelar tindakan unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, dalam dua momentum berbeda pada Senin (25/8/2025) dan Kamis (28/8/2025). Kurniawan Fadilah/
Demo pertama, 25 Agustus, diikuti campuran mahasiswa, ojol, buruh, dan komponen masyarakat. Mereka menolak wacana kenaikan penghasilan personil DPR serta menyerukan pembubaran lembaga tersebut. Rifkianto Nugroho/
Aksi nan semula berjalan tenteram berubah ricuh ketika massa melempar botol dan batu ke arah aparat. Barikade polisi coba didobrak, hingga situasi meluas ke jalan tol dan jalur KRL. Andhika Prasetia/
Petugas kepolisian merespons dengan water cannon dan gas air mata. Rifkianto Nugroho/
Kericuhan membikin lampau lintas lumpuh, sementara jasa transportasi seperti Transjakarta dan KRL ikut terdampak. Grandyos Zafna/
Memasuki 28 Agustus, gelombang tindakan kembali terjadi. Kali ini dipimpin Partai Buruh, KSPI, dan konfederasi serikat pekerja dengan massa mencapai puluhan ribu orang dari Jabodetabek dan wilayah industri. Andhika Prasetia/
Demo tersebut membawa semboyan HOSTUM alias Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah. Tuntutan mereka konsentrasi pada rumor ketenagakerjaan nan dinilai makin menekan kaum buruh. Andhika Prasetia/
Di antara tuntutan utama adalah penghapusan sistem outsourcing, moratorium PHK, dan pembentukan satgas PHK. Mereka juga menolak praktik bayaran murah nan dianggap tidak layak. Andhika Prasetia
Selain itu, pekerja mendesak penghapusan pajak atas pesangon, THR, dan JHT. Mereka juga menuntut pengesahan RUU Ketenagakerjaan di luar Omnibus Law serta RUU Perampasan Aset untuk melawan korupsi. Rifkianto Nugroho/
Aksi besar-besaran ini membikin area sekitar DPR macet total. Andhika Prasetia/
Rangkaian tindakan tersebut menegaskan tingginya gelombang ketidakpuasan publik. Dari penolakan kenaikan penghasilan DPR hingga perlawanan pekerja atas sistem kerja nan tidak adil, bunyi protes terus menguat di Senayan. Rifkianto Nugroho/
Aksi demo besar kembali terjadi pada Jumat (29/8) di depan Polda Metro Jaya, Jakarta. Gelombang massa menuntut keadilan atas tewasnya driver ojol Affan Kurniawan nan dilindas rantis Brimob. Aksi pun berujung ricuh hingga malam hari. Foto: Grandyos Zafna/
Aksi massa ricuh pecah di beragam daerah, sejumlah instansi polisi di Jakarta diamuk massa. Tidak hanya di Jakarta, gelombang demo juga terjadi di beragam daerah, massa nan marah dengan kebijakan DPR dan tewasnya ojol dilindas rantis Brimob membakar sejumlah instansi pemerintahan. Foto: Rifkianto Nugroho/