8 Efek Mata Uang Baru Brics Terhadap Dollar As Jika Sudah Berlaku

Sedang Trending 3 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

loading...

Gambar mata duit baru BRICS jika kelak diluncurkan. Foto/khaama.com

MOSKOW - Bayangkan satu bumi di mana negara-negara besar di luar Barat—termasuk Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, dan sekutunya—mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rencana pembentukan mata duit berbareng BRICS mulai muncul sebagai strategi de-dolarisasi.

Jika diterapkan, implikasinya bisa mengguncang keseimbangan moneter global, menekan kekuatan ekonomi Amerika Serikat, serta meredefinisi pola perdagangan dan investasi dunia.

Berikut adalah sejumlah pengaruh krusial nan perlu dipahami tentang potensi akibat mata duit BRICS baru terhadap dolar AS.

1. Tergerusnya Dominasi Cadangan Dolar AS (De-Dolarisasi)

BRICS tengah mendorong penggunaan mata duit lokal dalam perdagangan antaranggota sebagai pengganti terhadap dolar.

Mata duit baru—yang direncanakan berbasis keranjang mata duit personil dan persediaan emas—ditujukan sebagai perangkat untuk memperkuat kemerdekaan finansial dan menekan volatilitas dolar.

Gerakan ini bukan sekadar retorika; Rusia dan China sudah mulai memperluas penerimaan perdagangan dalam mata duit domestik mereka, apalagi Rusia sekarang menyelesaikan sekitar 90% perdagangan BRICS tanpa dolar.

Demi menghadapi tekanan geopolitik dan hukuman finansial AS, langkah ini menjadi semakin mendesak.

Akibatnya, bakal terjadi penurunan permintaan dolar secara global. Jika mata duit BRICS kelak diadopsi sebagai persediaan oleh bank sentral global, tekanan terhadap posisi dolar sebagai mata duit persediaan utama bakal meningkat.

Kajian Atlantic Council menyatakan saat ini dolar tetap mendominasi persediaan dunia—sekitar 88% pertukaran kurs dan 59% persediaan internasional—namun tren de-dolarisasi terus meningkat.

2. Pengurangan Efektivitas Sanksi AS

Dolar selama ini menjadi instrumen geopolitik kuat untuk menekan negara lain melalui hukuman finansial. Namun, jika BRICS mempunyai sistem pembayaran pengganti — seperti BRICS Pay — dan mata duit bersamanya, efektivitas perangkat tersebut bakal berkurang drastis.

BRICS Pay adalah jaringan pembayaran independen nan memungkinkan transaksi lintas pemisah dengan mata duit lokal anggota, tanpa berjuntai pada sistem SWIFT nan dikendalikan Barat.

Adanya mata duit tunggal nan terintegrasi dalam sistem ini bakal menjadikan pemblokiran finansial lebih susah dilakukan oleh AS.

Hal ini membuka kesempatan bagi negara-negara nan selama ini lemah terhadap tekanan finansial untuk tetap beraksi secara multilateral tanpa dolar.